MENGENAI DUNIA ETHICAL HACKING

 


Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Andika pratama, disini saya akan menjelaskan apa itu dunia hacking. 

Dunia Hacking adalah aktivitas untuk masuk ke sebuah sistem komputer dengan mencari kelemahan dari sistem kelemahanya. Karena sistem adalah buatan manusia, maka tentu saja tidak ada yang sempurna.



Jika selama ini kamu masih berpikir bahwa semua jenis hacker adalah kriminal, sekarang adalah saat yang tepat untuk membuang pikiran tersebut jauh-jauh. 

Pasalnya, terdapat tiga jenis hacker, yaitu black hat, white hat, dan juga grey hat.

Black hat adalah jenis hacker yang melakukan kegiatan ilegal, sedangkan grey hat memiliki motif baik walaupun praktiknya terkadang ilegal.

Untuk white hat, merekalah yang melakukan kegiatan ethical hacking. Mereka juga biasa disebut dengan istilah ethical hacker.

Dilansir dari Geeks for Geeks, ethical hacking adalah kegiatan peretasan yang dilakukan untuk mencari kelemahan atau ancaman di sebuah komputer dan jaringan.

Jadi, mereka mencari celah di sebuah jaringan, lalu melaporkannya ke pihak terkait seperti manajemen. 

Hal ini dilakukan guna mencegah ancaman dari hacker jahat yang berniat mencuri data pribadi, merusak jaringan sebuah website, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Kupas Tuntas Cybersecurity dan Seluk-beluknya
Peraturan untuk Seorang Ethical Hacker
ethical hacking adalah


Dilansir dari Grey Campus, tujuan utama ethical hacking adalah untuk meningkatkan keamanan sebuah jaringan atau sistem.

Hal ini dilakukan dengan cara memperbaiki kelemahan yang ditemukan dalam proses percobaan tersebut.

Untuk menjadi ethical hacker, kamu harus menggunakan mindset seorang hacker black hat.

Mengapa begitu? 

Hacker yang jahat merupakan ancaman besar bagi cybersecurity dan juga information security. 

Mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk menembus firewall jaringanmu, lalu mencuri data penting atau bahkan menanamkan virus ke dalam sistem.

Nah, tugas seorang ethical hacker adalah mencari celah yang mungkin dimasuki oleh hacker tersebut untuk mencegahnya.

Meskipun begitu, kegiatan ethical hacking harus dilakukan berdasarkan beberapa peraturan. Peraturan tersebut adalah:

1. Mendapatkan izin
Ketika melakukan ethical hacking, peraturan paling mendasar adalah mendapatkan izin dari pemilik jaringan atau sistem yang ingin dites. 

Jika langsung mengecek jaringan dan mencari celah tanpa ada izin, kegiatan yang dilakukan justru menjadi ilegal.

2. Melaporkan semua penemuan
Nah, ketika sudah menemukan kelemahan jaringan ataupun celah yang bisa saja dimasuki oleh hacker jahat, kamu perlu melaporkannya ke pihak terkait.

Biasanya, laporan tersebut akan diberikan ke pihak manajemen dan juga tim IT di perusahaan tersebut.

3. Merahasiakan penemuan tersebut
Ketika melakukan ethical hacking, kamu mungkin menemukan celah yang terlewatkan oleh orang lain.

Jangan keceplosan menyebarkannya ke siapa-siapa, ya.

Kalau sampai ada orang selain pihak manajemen yang tahu, bisa jadi keamanan sistem dan jaringan terancam.

Biasanya, perusahaan akan meminta hacker tersebut untuk menandatangani non-disclosure agreement (NDA).

4. Menghapus jejak
Hal lain yang harus dilakukan ketika melakukan ethical hacking adalah menghapus jejakmu, terutama setelah selesai mengecek sistem jaringan. 

Mengapa begitu? 

Hal ini merupakan tindakan preventif, agar hacker black hat tidak bisa mengikuti jejak menuju celah yang ditemukan.

Baca Juga: Tertarik Jadi Database Administrator? Kenali Dulu Tugas dan Prospek Kerjanya
Skill yang Harus Dimiliki
ethical hacking


Ingin langsung mencoba ethical hacking? Eits, tunggu dulu.

Ada banyak skill yang harus dimiliki untuk menjadi seorang ethical hacker.

Dilansir dari Simplilearn, secara umum, seorang ethical hacker harus memiliki pengetahuan mendalam mengenai sistem, jaringan, program codes, dan juga keamanan.

Daftar skill yang harus dimiliki untuk melaksanakan ethical hacking antara lain adalah: 

1. Programming
Skill utama yang harus dimiliki tentu saja adalah programming. 

Kamu harus mengetahui bahasa pemrograman serta cara mengutak-atiknya.

2. Pengetahuan akan jaringan
Untuk menjalankan ethical hacking, kamu harus benar-benar memahami jaringan yang sedang dicek. 

Bagaimana satu perangkat tersambung ke yang lain, apakah jaringan tersebut bermasalah, dan lain-lain.

3. Paham database
Biasanya, ancaman yang ditemukan dalam ethical hacking menyerang database.

Jika kamu memahami database management system, proses pengecekan akan berjalan dengan mudah. 

4. Berbagai jenis platform dan hacking tools
Untuk menjadi ethical hacker yang baik dan berguna di mana saja, kamu harus memahami berbagai jenis platform.

Seperti Windows, Linux, Unix, dan masih banyak lagi.

Jika hanya tahu Windows saja, apa yang akan kamu lakukan jika klien membutuhkanmu untuk mengecek sistem jaringan di Unix? 

Selain itu, kamu juga harus bisa menggunakan berbagai macam hacking tools yang ada.

Komentar

Postingan Populer